Mungkinkah, Peserta Pemilu 2009 Mengusung Misi Ekonomi Koperasi?

             PEMILU INDONESIA 2009 segera digelar, daftar partai politik 2009 pun selesai diverifikasi. Perhelatan akbar 5 tahunan yang akan menentukan nasib bangsa dan tanah air kita ke depan, akan digelar tanggal 9 April mendatang. 34 Partai peserta pemilu 2009 akan memperebutkan suara sekitar 171.068.667 orang jumlah pemilih. Jika berbicara tentang komunitas pemilih di masyarakat Indonesia, dapat dikatakan komunitas pemilih yang secara signifikan dapat mendulang suara pada PEMILU nanti adalah komunitas pemilih yang notabene berbasis kerakyatan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Koperasi adalah komunitas yang sangat besar dan potensial untuk memberikan suaranya di PEMILU nanti, karena total Koperasi di Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 149.793 buah Koperasi adalah jumlah yang tidak sedikit. Pada tahun 2006 saja jumlah anggota koperasi mencapai 28.627.562 orang 1, 20 % dari jumlah penduduk indonesia, jumlah yang tidak sedikit, dengan ambang batas 25% pencapaian suara dalam pemilu untuk dapat mengusul capres dalam pemilu 2009 maka tidak sulit bagi capres alternatif untuk bersaing.

Perhitungan diatas memang terlalu sederhana untuk sebuah pesta demokrasi sekelas pemilu 2009, tetapi menjadi hal yang cukup penting bahwa koperasi dapat menjadi kekuatan politik yang sangat besar tidak dapat dipungkiri di kancah perpolitikan di Indonesia.

             Ekonomi Koperasi sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan sejarah politik Indonesia, peran koperasi sebagai bagian dari masyarakat politik cukup signifikan bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Persoalan yang sebenarnya justru bukan terletak pada seberapa besar kontribusi suara anggota Koperasi pada pemilu 2009 tetapi lebih kepada seberapa besar komitmen partai politik peserta pemilu 2009 menjadikan koperasi sebagai bagian penting dalam sistem ekonomi indonesia, karena menurut sumber yang saya dapat, diantara 34 Partai peserta PEMILU, yang mengusung platform Koperasi sebagai landasan misinya untuk menjalankan perekonomian Indonesia nanti, hanya ada 1 partai saja, yaitu  Partai Merdeka (berdiri pada tanggal 10 Oktober 2002, didirikan oleh Adi Sasono mantan Menteri Koperasi dan UKM ( Usaha Kecil dan Menengah) pada masa Presiden Habibie, bersama sejumlah tokoh koperasi nasional dan berbagai latar belakang, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda, dan aktivis kampus). 2

Hal itu cukup ironis di Indonesia, yang mengatakan bahwa Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia, tetapi tidak dipakai dalam setiap kebijakan ekonomi yang dibuat baik oleh calon Pemerintah nanti maupun Pemerintah yang sedang berjalan ini. Kebijakan pemerintah yang lebih condong terhadap kepentingan kapitalis menjadikan 90 % pelaku bisnis kecil dan koperasi hanya menikmati 20% peluang ekonomi di negeri ini, sebuah ketimpangan yang luar biasa. Maka dari itulah siapapun calon Pemerintah atau Presiden yang terpilih nantinya, yang jelas dia harus berpihak kepada kepentingan rakyat, karena dengan menjalankan asas Koperasi yang sebenar-benarnya, insya Allah dapat menjadi solusi terhadap keterpurukan ekonomi bangsa ini. Semoga.

Achmad Dedi Faozi

( Ketua KOPMA FIB UI 2009)

 

1 Blogger Koperasi Indonesia. Menimbang Komitmen Peserta PEMILU 2009 Terhadap Ekonomi Koperasi. Style Sheet. http://www.dignow.org/p1551959. (Posted in 02/09/2009 at 12:29), diambil pada tanggal 3 Maret 2009, Pukul 11.15 WIB.

2 Lestari, Dewanti. Partai Merdeka Andalkan Tokoh Koperasi. Style Sheet. www.antara.com, (27/12/2008, 09:50 WIB), diambil pada tanggal 3 Maret 2009, Pukul 11.05 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: